Hingga Akhir Nanti

maxresdefault.jpg

Setiap pagi kita membuka mata

Dan semua terasa belum sempurna,

Ada kurangnya

 

Kita menjalani hari

Hingga embun turun ke dasar

Dan berganti sengatan matahari yang terpancar

Dan semua terasa masih mengganjal,

Ada celahnya

 

Malam menjelang

Senja sembunyi perlahan saat menyambutnya datang

Dan semua belum terwujud sesuai harapan kita

Belum sesuai kata-kata dalam doa.

 

Seringkali kita terlalu cepat mengambil kesimpulan

Sesuatu  tidak berjalan sebagaimana mestinya

Kita merangkai sendiri kata kecewa dan membuat definisi sendiri dalam pikiran kita

Kita menyusun sendiri alasan untuk berputus asa

 

Sabarlah.

 

Yang masih merangkak bukan berarti tak bisa berjalan.

Ada waktunya.

Yang belum merekah bukan berarti tak berbunga.

Ada waktunya.

Yang belum sesuai doa kita bukan berarti tak dipedulikanNya.

Ada waktunya.

Segala hal terjawab.

Dan semoga saat itu kita mengerti.

Dengan jawaban terbaik menurut Pemberi Jawaban itu.

Entah sesuai dengan kemauan kita. Ataupun tidak.

 

Segala sesuatu tak bisa kita ambil kesimpulan ketika masih setengah jalan

Ketika belum sampai tujuan

Dan belum terhenti di perjalanan

 

Bukankah nasib kita di kehidupan yang abadi nanti,

Juga ditentukan oleh akhir waktu kita pada kehidupan ini?

 

Semoga kebaikan hari ini tak membuat bangga diri.

Semoga keburukan detik ini tak membuat lelah diri yang terus berusaha memperbaiki diri.

 

Semoga.

Hingga Akhir nanti.

 

                Oktafiani Tri Ananda

11 November 2016

Daily Gratitude

  • Another morning this feet can feel the ground
  • The taste of Mangga maduuuu, ah :’)
  • dukungan papa.. sabarnya papa…
  • Toleransi telat yang bikin ‘jadi’ masuk kuliah hari ini
  • Senyuman candaan mama                                                                                                                                          (padahal udah ngerasa bersalah karna tadi pagi bikin sebel)
  • Dipercayain cerita…
  • Sempet, tidur, siang, bentar..
  • Ga lupa bawa payung ^^”
  • Bisa jalan… sambil denger cantiknya rintik hujan
  • Kesempatan nyapa, senyum ke siapapun yang lewat..
  • Waktu tenang, belajar malam ini..
  • Kabar yang melegakan :’)

Hampir dua bulan, daily notes nanda diisi sama dua hal baru, dua kolom baru. Dibawah daily to-do-listnya, ada space khusus buat nulis ‘NOTES’ dan ‘DAILY GRATITUDE’.

Notes itu nanda isi sama hal hal yang perlu nanda evaluasi di masing-masing hari yang terlewat, semua hal yang besok perlu pergi jauh jauh dari hidup nanda, reminder biar nanda ga ulang lagi.

Dan Daily Gratitude…. adalah kolom yang, jujur, mungkin adalah salah satu dari jutaan banyak yang bikin nanda berbunga bunga belakangan ini. hehehe. Seriously, it helps me so much in controlling emotion :’) Nanda yang biasanya panik sama rentetan aktifitas, janji, jadwal, lalala apapun itu. Yang nyesel pengen nangis kalo ke skip satu dua hal. Sekarang mulai belajar, tiap malam… harus ada waktu yang diluangkan.. bukan hanya untuk merencanakan hari esok. Tapi ga lupa, mensyukuri hari ini, pagi tadi, dan semuaaa nikmat yang kalaupun nanda udah ngucap alhamdulillah di setiap rintik hujan yang menghentak payung nandapun, rasanya ga cukuuup buat… buat ungkapin rasa terimakasih untuk apa yang nanda dapatkan setiap hari..

Ga perlu mikir. list itu kadang keisi sama hal-hal konyol :

“1st day nanda ngedanus, seumur hidup! bisa juga ternyata Alhamdulillah ”

Ga ngerti lagi.

Se-gapenting itu (kelihatannya) apa yang nanda lakuin :’)

 

Tapi,

entahlah.

 

Nanda gangerti darimana bahagia bisa muncul, dalam suatu detik, kalau di detik itu, nanda tidak sedang dalam keadaan berterima kasih, bersyukur.

Dan usaha nanda nulis daily gratitude (yang kadang sering terlewatkanpun), itu udah seminimal mungkin usaha yang bisa nanda lakuin buat sadar.. karna kalau mau ditulisin, sebenernya ga bakal cukup. ga bakal ada habisnya nikmat di tiap helaan manisnyaa hidup inii…

 

Entahlah.

 

Berbulan bulan nanda mikir hidup itu ga adil. Ya, ga adil. Ada beberapa hari dalam sebulan, (you know what lah) seorang cewe bakal selabil itu menghadapi hal secuil upil di hari-harinya. Berbulan-bulan nanda mikir kenapa, dan gimana caranya biar ga gitu lagi.

Siapa juga yang mau, jadi terlalu sensitif, dan mudah berkata dengan nada agak tinggi sama orang di sekitarnya cuma karna hal kecil, terus setelah sadar kalo itu ga baik, langsung sedih sendiri pengen nangis dan akhirnya ngurung diri di kamar supaya ga ada korban lain selanjutnya..

Udah usaha, ini itu, belum berhasil juga.

Tapi hari ini. Seingat nanda, untuk pertama kalinya.. belum ada satu orang pun yang jadi korban, seorang nanda kesel sama dia (walau hanya dalam hati) karna hal-hal kecil, yang biasanya (selalu) terjadi di bulan bulan sebelumnya ^^”

 

Entah kenapa..

 

tapi nanda rasa,

salah satunya,

karna nulis daily gratitude ini.

 

Yang, kelihatannya, ga penting.

Kekanak-kanakan.

Buang-buang waktu.

Buang-buang kertas.

 

Tapi berhasil, bikin seseorang yang biasanya labil di hari seperti ‘ini’, sekarang malah, fikirannya penuh sama pertanyaan ‘apa lagi ya yang bisa disyukuri hari ini?’ dan jadi lupa sama alesan kenapa dia mesti kesal sama sesuatu, dan ga lagi berujung di pikiran kalau hidup itu ga adil (?)

Ternyata obatnya,

sesederhana itu.

 

Alhamdulillah…

————————————————————

 

I dont deserve to be loved, to be given all things in this sweet life.

But still You do love me, give me reasons not to stop this smile.

and thats what I love the most.

Yaa Rahiim….

:’)

Keluarga Tanpa Batas

Pukul 23:03 

Waktu GH, waktu ruang angkasa, dalam imaji kita

………………………………………………………………………………………………

 

Kau fikir kita sebatas ini?
Sebatas perjalanan ruang angkasa dalam imaji mu?
Mungkin kau lupa, kawan

Perjalanan kan membawa kita meroket lebih jauh dari pada angan luar angkasamu

 

Kau fikir kita sebatas ini?

Sebatas detik yang terpetik dalam arlojimu..

Mungkin kau tak ingat, kawan

Perjuangan kita tak sesingkat dugaanmu

 

Kau fikir kita sebatas ini?
Sebatas kayu kayu lorong yang terpaku, atau

sebatas palu yang memukul kemudian membisu
Mungkin kita lupa, masih banyak paku paku memori yang ‘kan terpatri, nanti …
Mungkin kita tak ingat, masih ada palu semangat sahabat yang ‘kan memukul untuk bangkit kembali setelah jatuh, sekarang ataupun nanti..

 

Kau fikir kita sebatas ini?
Sebatas kerlap kerlip bintang di atas sana
Lantas siang hari semangat kita sirna?
Kau lupa?
Impian kita lebih tinggi, lebih cemerlang.. bahkan dari gemintang yang berserakan malam ini

 

Kau fikir kita sebatas ini?
Sebatas denting nada dan melodi
Sebatas gerak gerik langkah dalam tari
Sebatas lirik lagu ingatlah hari ini?
Bisa saja kau lupa

hari ini hanya awal

dari jutaan tali kebersamaan yang kan terjalin, seterusnya dalam perjuangan kita..

 

Kau fikir kita sebatas ini?
Sebatas ratusan kepala yang bercengkrama sesaat saja
Lalu esok ku lupa kau siapa,

lalu lusa kau tak ingat ku siapa
Kau fikir…. kita…. sebatas ini?

 

Sebatas kain hitam yang terhampar?
Sebatas properti yang tergunting?
Sebatas lampion yang tergantung?

Sebatas boneka alien tegak di ujung sana?
Sebatas MFAF saja?

Tidak

Kekompakan kita bisa lebih dari batas itu

 

Karena kita.. Ped14tric

Karena kita… KELUARGA TANPA BATAS

 

Oktafiani Tri Ananda,

5 April 2015

Sajak Seonggok Jagung (WS. Rendra)

Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan
Memandang jagung itu
Sang pemuda melihat lading
Ia melihat petani
Ia melihat panen
Dan suatu hari subuh
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar

Dan ia juga melihat
Suatu pagi hari
Di dekat sumur
Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung
Menjadi maisena

Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala
Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung

Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja

Tetapi ini :

Seonggok jagung di kamar,
takkan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya hanya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan…

Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya,

Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupannya !

Aku bertanya
Apakah gunanya pendidikan,
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?

Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota,
menjadi sekrup-sekrup di Schlumberger, Freeport, dan sebagainya,
kikuk pulang ke daerahnya ?

Apakah gunanya seseorang
belajar teknik, kedokteran, filsafat, sastra,
atau apa saja,
ketika ia pulang ke rumahnya, lalu berkata :

“Di sini aku merasa asing dan sepi !!”

Sajak Seonggok Jagung, WS. Rendra

Kemarin, sepulang sekolah secara spontan dipanggil guru B. Indonesia, Pak Rama untuk bacain puisi ini, di lobi sekolah –” Awalnya ngerasa gak tertarik, dari judulnya yang hanyalah ” seonggok jagung”, tapi ternyata isinya daleem banget. Inilah yang sangat saya rasakan, dan yang membuat saya bingung dengan Sistem Pendidikan Zaman ini. Sistem dimana siswanya menjadi budak nilai-nilai, peringkat, angka-angka yang semu, kuantitas bukan kualitas, jadi ya begitulah jadinya…. ketika para pemuda dihadapkan dengan seonggok jagung di dalam kamarnya….

miris.

Education means inspiring someones mind, not just filling their head. (Katie Lusk)

Pendidikan oh pendidikan, semoga bisa terus menginspirasi para pemuda dan anak-anak yang haus akan ilmu… Bukan malah membuat mereka takut atau merasa terpaksa hanya karena sistem yang memaksakan standar tinggi…

agak kasihan juga ngelihat gimana anak kelas 2 SD zaman sekarang ada yang les Matematika di rumah gurunya pas malam hari. semoga diimbangi sama pendidikan moral dan inspirasi jugalah sama gurunya.

Badan kita boleh terjebak dalam Sistem, tapi akal dan hati kita semoga tetap berada out of the box, supaya nanti kita gak jadi orang yang bingung mau melakukan hal apa jika dihadapkan pada seonggok jagung! Semangat Pemuda Indonesia.. Masih ada secercah harapan……. :’)

Pulau itu…. lagi :)

lagi lagi, pulai itu lagi.

ternyata udah berlalu dua tahun lebih semenjak hari itu, 18 Juni 2011. Waktu Fafung jalan-jalan mengisi liburan setelah UN SMP 🙂 Kita naik kereta api dari Padang menuju Pariaman dan sesampai disana kita bingung mau ngapain di siang yang terik itu. Semua badmood. udah nyampai di tempat tujuan tapi setelah itu, “so what?” ga tau mau ngapain. Hingga akhirnya kita memutuskan buat pergi ke pulau seberang (yang waktu itu kita belum tau namanya pulau apa) dg menggunakan perahu kecil.

Dan sesampai di sana….. bener-bener unexplainable! Kami hanya ber-8. delapan anak perempuan + seorang yg membawa kami ke pulau itu dengan perahunya (bang Awen). Dan di pulau itu, pada saat itu bener-bener gak ada pengunjung lain. Dan fafung bener-bener meng-udik ria di sanaa~ kita merasa berkuasa, merasa jadi penemu pulaunya! haha. kangen sekali saat saat itu :’)

Dan seminggu yang lalu, tepatnya pada hari Minggu, 22 September 2013, Flascita(nama kelas, kumpulan 29 manusia spektakuler sih katanya :3 ) pergi ke pantai buat foto bareng untuk buku Tahunan kelas sebagai tugas akhir pelajaran TIK. Awalnya kita berenca ke pantai tiram, gak mau jauh jauh dari padang. Dan sesampai di tempat tujuan… lagi lagi, kita ngeliat pantai Tiram dan…. “so what?” Semua kecewa. Pantainya biasa ajaa….. Dan setelah beberapa konflik dan perundingan akhirnya kita mutusin buat pergi ke Pantai Gondoria Pariaman juga 😀 terus nyebrang ke pulai itu…. huaaah, pulau itu lagi, pulau itu lagi…

Saat kunjungan kali ini, pulau ini sedang banyak didatangi wisatawan, terus bedanya lagi, sekarang udah ada beberapa kios tempat jualan minuman dan makanan di sana… jadi gak sepi kayak waktu dulu pergibareng fafung 😦 nggak kayak penemu pulau lagi… feelingnya beda :/ Tapi tetep aja, pulaunya cantiiiik, pasirnya masih lembut banget, bersih, dan airnya juga masih biru jernih, subhanAllah… semoga dengan semakin banyaknya orang yang pergi kesana, pantainya gak jadi jelek dan kotor. Aamiin!

Dan secara tak sengajaaa, ada banyak hal yaaang sama terjadi di antara kedua hari itu ( pas pergi kepulau bareng fafung dan bareng flascita). Perahu yang nanda naikin sama, dengan pengendara(?) yang sama, bang Awen! posisi duduk nanda di perahu pun sama dan… saat di perjalanan Bang Awen itu mengucapkan hal yang sama kayak dua tahun yang lalu! bener-bener flashback, namun dikelilingi oleh orang orang yang berbeda :’)

dua tahun yang lalu, bareng Fafung, di Pulau angsa dua……

Image

Image

Image

di pulau yang sama, lima hari yang lalu, bareng Flascita……

 

IMG-20130923-WA0035

563529_519094171517056_1526662585_n

1238968_519096228183517_2140138359_n

 

Saat ke pulau itu, Dua tahun yang lalu…. Kita (nanda dan Fafung) belum tau bakal masuk SMA mana… dan Alhamdulillah kami masuk SMANSa. Dan lima hari yang lalu, di pulau itu, nanda juga belum tahu akan menuntut ilmu di mana lagi selanjutnya… tapi insyaAllah itu pilihan terbaik dari Allah sesuai apa yang nanda usahakan! InsyaAllah FK UNPAD 🙂 dan ombak pantai itu lagi-lagi yang menjadi saksi, saat mata penuh harap ini memandang ke lalu lepas……..

Oktafiani Tri Ananda
28 September 2013
00:21

Kebahagiaan Itu…

Kebahagiaan Itu ada di hal-hal yang nggak kasat mata, yep =) Happiness located on the things beyond what eyes can see!

Hari ini : aku bahagia! Dan justru penyebab kebahagiaan itu berasal dari hal-hal yg orang anggap sepele. Hari ini rasanya bersyukur banget hari ini. Dan itu hanya karna hal-hal simpel. Dimulai dari tadi pagi, dateng sekolah di saat pak roem akan menutup gerbang, dan rasanya bisa lolos sebelum ditutup itu.. rasanya udah bener bener sesuatu yang luar biasa bikin seharian hati nanda ini bernyanyi riang. Aneh ya? Yeah, its me. Terus setelah itu di kelas bisa sharing sama temen2, bisa berbagi semangat untuk mewujudkan impian masing-masing bareng chakai (dg kenyataan bahwa ada banyak hal yg sangat sangat perlu diubah dari diri kita yg sekarang), bisa ketemu teman-teman setelah sehari libur, cuma sehari libur but i dont know why : rasanya udah kangen sekolah! duh.. ini nanda aneh bgt sekarang! ><

Terus tadi juga pas buk dian masuk kelas, mungkin itu pertama kalinya nanda mendengarkan every single words buk dian dg senang hati dan fokus. Biasanya pikiran selalu terbang-terbang, mau ngerjain inilah, mau baca itulah pas guru lagi nerangin (maaf buk..hhi..) Walaupun sempat pusing (mgkin karna begadang malem sebelumnya), izin jam BK, nyampe rumah udh siap buat istirahat bentar, dan baru realize kalau hp syauqi kebawa pulang (maaf syauqi, nnda kalau error memang gak bisa ditolerir lagi ._.). Tapi akhirnya dijemput asyraf ke rumah, oke one problem solved. Bisa tidur sebentar buat ngilangin pusingnya…….

Dan pas malemnya, ya malam ini. Kak tika dateng ke rumah! excited! \^^/ curhat habis-habisan tentang pengalaman dimulai dari masalah-masalah di november 2012 kemarin, sampai bisa ikutan kizuna ke Jepang kemarin. Dan kak tika juga cerita beberapa pengalamannya waktu di USA tahun kemarin (fyi, kak tika ini saudara jauh yg dapet beasiswa sma di sana setahun 😀 ) lot of laugh! and lot of lessons too! ^^  tapi berhubung tema hari ini adalah kebahagiaan. Nah, ya itu dia salah satu hal yg nanda realize dr percakapan barusan. (ya barusan, udah tengah mlm gini ngobrolnya) Kebahagiaan itu terkadang bukan di saat kita bisa pergi kemanaa gitu yang menurut orang wah, bukan saat kita mendapat apaa gitu yg menurut orang itu cool, tapi kebahagiaan itu sederhana. Sesederhana kita bisa menemui seorang teman dekat kita dan berbagi tawa dan cerita bersama mereka :’) Hal yang orang kagum-kagumi tentang diri kita, kita bisa ini, kita bisa itu, bisa kesanalah, atau dapet kesempatan apa lah, terkadang.. justru diri kita malah ngerasa hal-hal lain yg lebih kecil, lebih nikmat buat disyukuri. Bukannya nikmat yg besar gak perlu di syukuri, tapi from the bottom of our heart. We feel that warm, we feel what usually called as ‘home’ itu ya justru saat saat kita mengalami hal-hal yang sederhana, bisa nolongin orang, bisa bikin temen ketawa dan sebagainya… Huah, happiness is more than words, and more that what we can see. Alhamdulillah for everything Ya Allah! ^^~

benarlah kata-kata itu… “Orang yang tidak bisa mensyukuri hal-hal yang kecil, tidak akan bisa mensyukuri hal-hal yang besar” :’)

*satu hal yg nanda bingungin hari ini, kenapa di saat nanda sering izin gak masuk kelas, itu temen-temen yang lain pada lagi rajin rajinnya belajar di sekolah. Pas giliran nanda sudah memulai jadi anak rajin, kelas kosong, beberapa guru gak masuk, teman-teman pergi lomba dan ikut simposium. hm.. what a weird school’s life of mine :’)

Oktafiani Tri Ananda,

22 Maret 2013

00:38

Allah’s Plan is always much better! :) (part 1)

*mungkin ini akan jadi tulisan dengan cara penulisan yang sangat random* ><V

Rasanya baru kemarin.. pulang dari Sitoplasma, malamnya bergalau ria sendiri menyepi di kamar, menuliskan selembar dua lembar untaian kata di buku puisi dan membulatkan tekad untuk jadi dokter.

Terus, keesokan harinya.. ngerjain tugas (jadi sekre solo song PKS), dan itu berarti mesti naik turun dari ruang osis di lantai satu ke ruang acoustic di lantai tiga. sebenarnya biasa aja, cuma pada saat itu tensi nanda lagi rendah banget(pas di cek waktu sitoplasma). Dan seharian itu bawaannya lemes.

Di saat nanda ngerasa lemes selemesnya akhirnya dari ruang acoustic nanda memutuskan untuk turun, niatnya ya mau istirahat bentarlah di ruang osis. Turun… dan sampailah kaki nanda di anak tangga terakhir menuju lantai satu. itu udah di puncak kelemesan. pokoknya rasanya kaki ini udah ga kuat, kayak disentil dikit bisa langsung jatuh gitu. (lebay juga ini mah^^)

Di lobby, ketemu sama ichakhai dan teman-teman lain yg melihat tampang nanda yg lemes dan mengiba (baca: maibo). “Kenapa nand? Istirahatlah lagi..”

Oke, nanda langkahkan kaki, di sambut dimas di depan ruang OSIS “nanda, sabar ya nand.. udah tau kan? hasilnya udah keluar. yang lulus kevin” dan, as usual, seorang dimas menyampaikan kabar serius atau bercanda sekalipun selalu dengan diiringi cengiran di belankangnya. so kepercayaan nanda akan statement dimas itu ya fifty-fifty. Di satu sisi “alaah, si dimas mah kerjaannya bercanda mulu.”. Di sisi lain “Tapi, ya emang bisa kan nanda gak lulus. so kenapa gak percaya nand?”

hmm okelah dimaspun ngeluarin laptop dari ruang osis dan…. taraaa! yak, its true =) hasil Seleksi Nasional Pertukaran Pelajar YES/AFS sudah keluar. Dan, yang lulus dari SMA N 1 Padang itu kevin. Ya, Alhamdulillah kevin lulus. fyi, murid smansa yg ikut seleksi nasional itu hanya nanda dan kevin, so.. kalau yang lulus cuma kevin, we could take the conclusion soon lah ^^

hm, setelah itu nanda masuk ke ruang osis. duduk mengamati lagi laptop yang ada di hadapan nanda. apa yang nanda rasakan? sedih? kaget? langsung galau to the max? atau malah senang? (berarti SMA nya insyaAllah cuma 3 tahun, dan bisa ngehemat umur buat kuliah di kedokteran 😀 ) *ya nggak mungkinlah seneng! ><. Absent mindedly, pikiran nanda itu rasanya kosong. Serasa lagi loading dulu.. serasa mikir.. mau nyebut “astaghfirullah atau alhamdulillah” serasa mikir dulu.. mau mulai galaunya sekarang atau nanti aja pas udah pulang kerumah *eh*

Yah, pokoknya apa yg nanda rasakan pada saat itu sangat sulit untuk diungkapkan. Perasaan yang punya dampak besar untuk hari-hari selanjutnya.

***

Mungkin bagi sebagian teman-teman yg nggak terlalu dekat sama nanda, mereka ketika dengar kabar “nanda gak lulus seleksi YES ke Amerika”, mereka langsung dateng ke nanda dan bilang *saat ngeliat tampang nanda yg lemes itu “halah nan.. apolo tu, ndak lulus ke amerika nyo mah. apa tu… biasa ajalah!” Oke, biasa aja. Its really easy to say biasa aja bagi mereka, Bagi mereka yg gak tau perjuangan buat sampai ke titik dimana nanda tersandung itu udah hampir kurang lebih setahun. Its really easy to say ‘biasa aja’ bagi mereka yg gak tau apa yg udah terjadi di bulan november, apa yg nanda rasakan saat nanda ikut ‘suatu kegiatan’ di bulan november, dan.. yah, its really easy to say ‘biasa aja’ but in fact im just a human yang bakal ngerasa perih saat jatuh.

Dan begitulah.. semenjak hari itu, nanda bertekad buat fokus lagi belajar di sekolah. Mengejar hal-hal akademis yang sudah banyak keteteran selama ini. Rasanya ingin balas dendam positif gitu! Biasanya energi energi saat jatuh itu kalau dikumpulkan bisa jadi tenaga besar buat bangkit jadi lebih baik lagi ‘insyaAllah. Fokus. Fokus.

Nanda coba untuk membuat tanda silang di sebuah halaman di buku impian nanda, di atas tulisan ini :

Salah satu Impian :
Lulus seleksi YES. Be a really good exchange student. Belajar mandiri dan menemukan pengalaman,teman dan pengetahuan baru selama setahun di negeri orang. Berusaha mengharumkan nama bangsa, dan menunjukkan mereka Islam yang sebenarnya. InsyaAllah, I will \^^/

Sembari mencoba untuk ikhlas membiarkan ada tanda silang yg tertuang dari tinta spidol berwarna pink itu, nanda juga menambahkan dibawahnya, masih dengan tinta pink itu : “Rencana Allah pasti lebih baik nand! dan juga.. Jangan pernah ngelupain mimpi ini…”

*to be continue…