Besok, Tak ada lagi…

Untaian kisah yang telah kita jalani tiga hari ini

Besok, tak ada lagi

(Flashback perjalanan dan homestay SQUADENOR, 26-28 Juni 2012)

Besok, Tak ada lagi..

Canda tawa kita di dalam bis,

Perjalanan panjang dari padang ke nagari sulik aie

 

Besok, Tak ada lagi..

Memancing ikan bersama, dari Adam sampai Yulia

Mengumpul umpan bersama, mulai dari cacing biasa hingga ke gastropoda

Tak ada lagi..

Keringat, rasa syukur, rasa puas, dan rasa lainnya yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata

di sore yang ceria itu

 

Besok, tak ada lagi..

Tim kreatif yang berkumpul di satu kamar

mengurai ide ‘lumayan’ kreatif dengan suara samar-samar

Padahal sugguh aku menanti..

Ketukan dari luar sana

Sapaan dan izin permisi dari Audy Ikhwanul Aqsa

” Assalamualaikum wr wb. Salam kreatif! ”

 

Besok, tak ada lagi..

Malam pemberian julukan sekaligus introspeksi diri

Mulai dari Squads terjahil, terjutek, termanis, terlembut, hingga terjatuh dan tercipta untukku (eh, loh?)

 

Besok, tak ada lagi..

Berbagai jenis ‘Cup’ untuk antrian mandi

Air yang menggenang hingga mengalir ke luar kamar mandi

Air yang bikin beberapa dari kita rusuh, sementara yang lain tetep ada yang adem ayem dan berdiam diri

 

Besok, Tak ada lagi..

Perjalanan melelahkan ke Janjang Siribu

Petualangan yang kita awali dengan semangat menggebu

dan berakhir dengan rasa trauma tiap kali harus menaiki anak tangga yang tak berdosa itu

 

Besok, Tak ada lagi..

Sesi buka membuka kado dari kertas koran

Ketika tiap-tiap dari kita menebak nebak isi dan siapakah yang memberikan

Kesempatan yang gak akan pernah dilupakan

( InsyaAllah)

 

Besok, Tak ada lagi..

Deretan kata dan cerita yang persis dalam malam jujur~jujuran

Saat cerita-cerita kita diungkapkan

Saat setiap hati mulai melukis ukiran tersendiri dari jawaban tiap tanda tanya besar penasaran

 

Besok, Tak ada lagi..

Proses persiapan sarapan yang kata Siddiq sebuah agenda “makan besar’

Perjuangan ketika jagung-jagung itu dibakar

Sementara itu, bau badan kita yang sudah tak karuan di sana sini bertebar

dan mereka yang tak kebagian tugas melai memetik gitar

 

Besok,

Rasa kagum saat melihat pemandangan

Ketakutan yang menyelimuti kita pada suatu malam

Rasa trauma akan tangga

Antrian mandi yang tak ada habisnya

Makan bersama

Foto bersama

Cuci piring bersama

Nyanyi bersama

Tertawa bersama

Memancing ikan bersama

Hingga tidur bersama

 

Besok,

Tak akan ada lagi..

 

Besok,

Semua tak kan bisa persis sama

semua pasti berubah

 

Jadi teman, kenanglah penutup kisah kita ini

Homestay ini

Karna besok, Tak akan ada lagi..

Oktafiani Tri Ananda #Squad19

Lukisan pertama sekaligus terakhir yg selesai di 2011 :’)

 

 

 

baru selesai setengah..

Lukisan yang udah selesai \m/

Lukisan pertama sekaligus terakhir yg selesai d 2011 :’)
by : Oktafiani Tri Ananda
December, 2011

“Perbedaan melukis dg menggambar adalah..Lukisan melibatkan perasaan dan ada makna dari lukisan tsb” ~kata guru seni rupa d sekolah 🙂

well..lukisan ini..
Judul : “Pohon Impian”

Setiap daun yg ada di pohon itu diibaratkan sperti impian~impian dan harapan yg telah nanda gantung dan insyaAllah nnda akan berusaha meraihnya ^^

Kenapa daunnya warna~warni? Karena impian itu bermacam2 dan juga memang impian itu bikin hidup jd berwarna dan lebihh indah, lebih berjuta rasanya :’)

Cabang rantingnya yg berliku menggambarkan perjalanan yg ‘naik~turun’ dlm meraih impian itu. Kadang kita mesti melompat dan kadang kita mesti terpeleset ke bawah dan bangkit lg hingga mencapai apa yg kita inginkan.

Ada satu cabang yg menjulang sendiri ke atas menggambarkan impian nanda yg tertinggi. Bukan hanya nanda. Tapi mgkin jg impian setiap manusia.. Impian yg gak sebatas d dunia aja.
Meraih ridha Tuhan dan mencapai surga~Nya. Adakah impian lain yg lebih tinggi dr itu? =)

Daan.. Langit dengan suasana senjanya itu menggambarkan,bahwa gak ada kata terlambat utk meraih apa yg kita harapkan.Misalnya kita punya harapan pngen nguasain suatu bidang, ga ada keluhan “yah..mereka kan bisa pintar kyk gitu karna udh belajar dari kecil.. Kalau aku sih udah terlambat..”
buang alasan itu jauh~jauh.
Walaupun hr udah ‘senja’,tapi itu belum terlambat. Selama kita masih bernafas,kita msh punya kesempatan utk meraih daun2 d pohon impian itu ^^

Well,i’ve already made a tree of dreams.Now its time for climbing! \m/ Bismillah!~